Demi memperkaya wawasan serta memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari suasana kelas, para siswa dari Saidi Turi Sei Glugur baru-baru ini melaksanakan kegiatan Outing Class yang penuh makna. Destinasi yang dipilih adalah Museum Perkebunan Indonesia (MPI) yang berlokasi di Medan, sebuah institusi yang menyimpan jejak panjang sejarah dan perkembangan sektor perkebunan di Tanah Air.
Kegiatan outing class ini merupakan bagian dari komitmen Sekolah Saidi Turi Sei Glugur untuk menyelenggarakan pendidikan yang holistik, tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga praktik dan pengamatan langsung di lapangan. Museum Perkebunan Indonesia dinilai sebagai tempat yang ideal untuk memahami salah satu pilar ekonomi dan budaya bangsa yang telah ada sejak berabad-abad lalu.
Menjelajahi Jejak Emas Perkebunan Nusantara
Setibanya di lokasi, para siswa Saidi Turi tampak antusias. Mereka disambut oleh pemandu museum yang siap mengantar mereka melintasi lorong waktu sejarah perkebunan. Museum Perkebunan Indonesia sendiri dikenal dengan koleksinya yang lengkap, mulai dari peralatan perkebunan tradisional hingga modern, foto-foto historis yang menggambarkan kehidupan di perkebunan masa lampau, dokumen-dokumen penting, hingga diorama yang menjelaskan proses budidaya berbagai komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kopi, teh, tembakau, dan rempah-rempah yang telah mendunia.
Para siswa dengan seksama mendengarkan penjelasan mengenai asal-usul tanaman, bagaimana petani mengolah lahan, proses pascapanen, hingga perjalanannya menjadi produk jadi yang kita gunakan sehari-hari. Mereka juga berkesempatan melihat bagaimana perjuangan para pekerja perkebunan dan peran penting sektor ini dalam sejarah ekonomi Indonesia dari era kolonial hingga kemerdekaan.
Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas
Menurut Bapak/Ibu Guru pendamping dari Saidi Turi Sei Glugur, kegiatan outing class ini memiliki tujuan edukasi yang sangat tinggi. “Kami ingin siswa tidak hanya sekadar menghafal teori, tetapi juga melihat, merasakan, dan memahami secara langsung bagaimana proses sejarah dan ekonomi perkebunan ini berjalan. Dengan berkunjung ke museum, mereka dapat mengaitkan pelajaran Sejarah, IPS, bahkan IPA dengan realitas yang ada di sekitar mereka,” ujar salah seorang guru.
Interaksi langsung dengan benda-benda bersejarah dan penjelasan dari pemandu membuat pembelajaran menjadi lebih hidup. Banyak pertanyaan kritis muncul dari para siswa, menunjukkan rasa ingin tahu mereka yang besar terhadap kekayaan alam dan sejarah bangsanya. Mereka juga diajak untuk berpikir tentang potensi masa depan sektor perkebunan dan peran generasi muda dalam melestarikannya.
Membentuk Generasi Penerus yang Berwawasan
Kunjungan ke Museum Perkebunan Indonesia ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap jerih payah para pendahulu dalam mengelola sumber daya alam. Lebih dari itu, pengalaman ini diharapkan dapat memicu minat siswa terhadap bidang pertanian dan perkebunan, mengingat pentingnya sektor ini bagi keberlanjutan ekonomi dan pangan Indonesia.